Saturday, September 21, 2013

Pinterest

Pinterest adalah salah satu sumber referensi strategi mengajar. Karena kebanyakan guru pengguna adalah bule, jadi masukkan kata kunci dalam bahasa Inggris.

Saya sendiri memakainya untuk menaruh foto-foto kegiatan belajar yang telah dilakukan di kelas saya. Salah satunya adalah ketika kelas 6 sedang belajar mengenai ciri-ciri khusus makhluk hidup.

Kegiatan ini membuat siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan menghindarkan mereka dari ngantuk, he he he...

Selamat mencoba!

#sekolahAlamCikeas #Science #IPAkelas6SD #CiriCiriKhususMakhlukHidup

Thursday, August 1, 2013

Idl fitr Holiday

I've been teaching the students about responsibility. However, I still feel that I haven't practiced what I preech. So, I think that is my reflection for this year.

Ramadhan is the month of training ourselves.

So, let's change.

Can't wait for the school after Ramadhan.

Tuesday, July 30, 2013

Jigsaw Learning- Cara Belajar Kelompok

Metode yang disebut Jigsaw Learning ini saya pelajari dari buku berjudul Active Learning karya Mel Silberman. Cara belajar kelompok ini sudah pernah beberapa kali saya terapkan di kelas.



Pada metode ini siswa akan diminta untuk mengumpulkan informasi sesuai topik kemudian mengajarkannya kembali pada teman-teman yang lain. Guru cukup mengawasi jalannya diskusi kemudian mengecek informasi yang disampaikan dan diterima siswa. Biasanya cocok dipakai pada materi yang secara tradisional disampaikan dengan metode ceramah. Kali ini saya ambil contoh pelajaran kelas 6 SD, yaitu ciri khusus hewan.

Pertama bagi siswa sejumlah topik yang ingin dibahas. Misalnya, kita akan membahas ciri khusus:

A. Hewan darat
B. Hewan laut
C. Hewan kutub

Kelompok A, B, dan C membahas secara mendalam topik yang menjadi tanggung jawab mereka. Kelompok A membahas hewan darat, B hewan laut, dst. Kelompok ini disebut KELOMPOK INTI


 Setelah waktu diskusi di kelompok inti habis, minta siswa untuk berhitung sesuai jumlah anggota kelompok, misalnya 1-4.
Kemudian setiap siswa dengan nomor sama berkumpul menjadi satu kelompok. Kelompok ini disebut KELOMPOK JIGSAW. Dengan demikian dalam setiap kelompok terdapat satu orang yang menguasai satu topik.
Secara bergantian mereka saling menjelaskan materi sesuai topik yang mereka kuasai. Pada saat ini, guru bisa memberi lembar kerja untuk diisi atau memberi tugas untuk mencatat.
Pada akhir pelajaran, diharapkan setiap siswa sudah mengetahui ciri-ciri khusus hewan darat, laut, dan kutub. Guru bisa memberi pertanyaan cepat tepat untuk mengetes pemahaman siswa. 

Penilaian bisa diambil dari: 
* Kerjasama saat diskusi
* Lembar kerja
* Kemampuan menjawab pertanyaan lisan

Dengan menggunakan metode ini siswa akan lebih aktif belajar dan lebih termotivasi untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dan seakurat mungkin karena akan disampaikan kembali pada rekan-rekannya. Selain itu, pelajaran pun tidak terasa membosankan dibandingkan jika harus mendengarkan guru menjelaskan. 

Selamat mencoba!

Saturday, July 6, 2013

Free Math Worksheet

Bagi guru yang mengajar Matematika SD, berikut saya lampirkan link ke board pinterest yang memuat worksheet alias lembar kerja Matematika kelas 3 SD. Nanti akan ditambah lagi Happy teaching!

Quality Time with Munif Chatib

Hari Sabtu itu Pak Munif Chatib datang ke sekolah tempat saya mengajar. Guru-guru pada umumnya antusias karena sebagian besar dari mereka baru bertemu langsung dengan Pak Munif setelah membaca bukunya. Saya sendiri sudah pernah tiga kali menghadiri acara beliau, jadi saya sudah tidak terlalu terkejut dengan cerita-cerita dan gayanya.
from mizan.com


Oke, setengah jam pertama masih membicarakan yang sudah pernah didengar dengan beberapa penambahan, contohnya, banyak cara menghasilkan uang oleh seorang guru, contohnya dari lesson plan bisa kita ubah dengan:

·         Menulis jurnal pendidikan di website (menurut beliau satu jurnal bisa dihargai mahal dalam dollar)
·         Buku ajar. Ada satu guru yang akhirnya membuat buku ajar dari rencana pengajaran yang dibuatnya. Sekolah tempat ia mengajar memproduksinya dan menjadikan buku itu sebagai acuan. Dengan royalti 10 juta per tahun ia bisa menabung untuk biaya naik haji.

Oke, itu baru pembukaan. Pembukaan yang selalu menyemangati para guru untuk tetap berjalan pada jalur yang mereka tempuh saat ini: mengajar. Tujuannya adalah meyakinkan semuanya bahwa memilih pekerjaan sebagai guru adalah mulia, walaupun masih belum dipandang berharga oleh masyarakat. Tapi, sejak kapan pendapat manusia begitu penting?

Pak Munif mulai bercerita mengenai golden age. Golden age adalah masa mulai dari seseorang masih berbentuk janin hingga usia delapan tahun.


Kita ada baiknya belajar dari masyarakat Jepang. Di sana, ibu-ibu terus mendmpingi anak mereka dari pre natal (sebelum kelahiran) sampai kls 3 SD. Setelah itu,  baru mereka berkarir kembali. Alasannya, para ibu di Jepang tidak mau melewatkan fase perkembangan penting yang dialami anak-anak mereka.
from blog.donmaybin.com

Lain Jepang, lain pula di tanah air. Pak Munif bercerita mengenai penelitiannya bersama seorang dokter kandungan. Mereka ingin membuktikan teori pengaruh musik klasik pada perkembangan janin. Dengan suatu alat, lonjakan neuron yang terjadi pada janin bisa dimonitor. Lonjakan neuron ini menunjukkan laju perkembangan si jabang bayi.

Subjek penelitian pertama adalah seorang barat, beragama Nasrani yang sedang hamil lima bulan. Ia diperdengarkan musik klasik komposisi Mozart selama delapan menit. Hasilnya, seperti yang santer dikabarkan selama ini: terjadi lompatan neuron yang pesat pada janin. Saat mendengarkan rekaman, ia terlihat sangat menikmati musik tersebut.

Seorang ibu yang lain mendapat perlakuan yang sama. Ia berasal dari Lamongan, seorang petani, muslim. Saat mendengarkan lagu klasik terlihat lompatan-lompatan neuron, namun tidak luar biasa, jauh dari harapan. Si ibu pun tampak tidak menikmati musik itu. Kemudian lagu pun diubah. Musik klasik Mozart digantikan rekaman gambang suling. Sang ibu dengan nikmat memejamkan mata hanyut dalam alunan gambang suling. Yang terlihat pada monitor: lonjakan neuron yang luar biasa pesat.

Percobaan terakhir dilakukan pada keduanya. Kedua ibu hamil diputarkan rekaman ayat suci Al Quran, yaitu surat Ar Rahman. Ternyata, pada keduanya terlihat lompatan neuron yang drastis. Efek yang sama terjadi pada dua ibu yang jelas berbeda latar belakang.
from hanifah-art.blogspot.com


Selanjutnya Pak Munif menjawab beberapa pertanyaan yang sebenarnya sering ditanyakan guru-guru. Salah satunya adalah usia yang tepat bagi seorang anak untuk belajar membaca. Menurutnya, seorang anak perlu belajar membaca ketika keadaan atau lingkungan di sekitarnya sudah menuntut demikian. Artinya, siswa perlu diajarkan membaca ketika ia benar-benar sudah membutuhkan keterampilan itu.
Nah, bagaimana pun, obrolan bersama Pak Munif Chatib selalu menyisakan motivasi yang kembali mengingatkan para guru alasan kami memilih profesi ini dan menambah suntikan semangat baru.

Selamat mengajar di tahun ajaran baru!

*also published in kompasiana.com/greatbear

Saturday, January 19, 2013

How to teach Comparative adjectives

Resources and Tools:
. Pictures to help explaining comparatives



  busyteacher.org


Main Activity:
1.    Show several  flashcard and have the students to mention the adjectives matched the cards.
2.    Ask three students to stand up. Introduce the comparative of one syllable adjectives:
3.    T: Arbistha is tall, but Adya  is taller than Arbistha. Arbistha is shorter than Adya. 
Make sure students understand that for these adjectives the comparative is formed by adding -er.
4.    Discuss feelings to introduce the comparative:
5.    Teacher: I am happy when I visit a friend, but I'm happier when it’s her birthday. 
Make sure students understand that the comparative is formed by replacing the “y” with an “i” and adding –er.
6.    Show students pictures of popular vacation destinations and famous cities. Introduce the comparative:
7.    Introduce the comparative for  two or more sylables adjectives.  Berlin is a beautiful city, but Paris is more beautiful than Berlin
Make sure students understand that the comparative is formed by using “more” plus the adjective.
8.    Have the students to mention other examples of comparatives. 

Feel free to download the  worksheet here